Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 bukan lagi kompetisi yang sama seperti lima tahun lalu. Investasi, regulasi, dan standar produksi televisi naik drastis. Tapi di balik kemajuan itu ada juga tantangan struktural yang jarang dibicarakan fans. Artikel ini membongkar 7 fakta krusial yang mengubah wajah Liga 1 di 2026.
VAR Akhirnya Diterapkan Penuh di Semua Laga
Setelah bertahun-tahun jadi wacana, VAR akhirnya aktif di 100% pertandingan Liga 1 mulai musim ini. PSSI bekerja sama dengan FIFA untuk pelatihan wasit dan infrastruktur. Hasilnya: jumlah keputusan kontroversial turun drastis, dan kepercayaan fans meningkat.
Namun efek samping muncul: durasi laga rata-rata bertambah 4-6 menit, dan beberapa klub mengeluh soal inkonsistensi interpretasi wasit di fase awal implementasi.
Format Kompetisi Berubah: Ada Playoff Gaya MLS
Liga 1 2026 memperkenalkan format playoff 8 besar di akhir musim, mirip model Major League Soccer. Empat tim top dari masing-masing wilayah Barat dan Timur lolos ke playoff, dengan sistem gugur.
Tujuannya: mempertahankan hype kompetisi hingga pekan terakhir dan memberi insentif finansial lebih merata. Kritik muncul dari klub tradisional yang merasa format ini meremehkan konsistensi musim reguler.
Transfer Raksasa: Pemain Asing Level Eropa Mulai Datang
Persib, Persija, dan Bali United mulai merekrut pemain dari Liga 2 Eropa dan MLS. Gaji bulanan tertinggi di Liga 1 kini tembus Rp 500 juta-1 miliar untuk marquee player. Angka ini masih di bawah Thailand dan Malaysia, tapi gap-nya menyempit.
Dampaknya positif untuk level teknis, tapi juga menciptakan jurang keuangan antara klub big five dan klub papan bawah yang masih struggle bayar gaji tepat waktu.
Stadion Naik Standar: 5 Stadion Sekarang Memenuhi AFC Elite
Lima stadion—GBK, JIS, Batakan, Manahan, dan Kanjuruhan yang direnovasi—kini memenuhi standar AFC Elite. Artinya: bisa dipakai final Liga Champions Asia dan laga internasional level tertinggi.
Ini membuka peluang Indonesia jadi tuan rumah turnamen kontinental di masa depan, dan meningkatkan pengalaman fans secara signifikan—dari sistem tiket digital, parkir, hingga kualitas rumput.
Tantangan Struktural yang Masih Belum Tuntas
Di balik kemajuan, tiga masalah klasik masih menghantui: gaji pemain menunggak di 6 klub musim lalu, wasit underpaid (honor Rp 3-5 juta per laga jauh di bawah Thailand), dan jadwal pertandingan yang sering diubah mendadak karena konflik venue atau cuaca.
Reformasi PSSI di bawah Erick Thohir sudah memperbaiki banyak hal, tapi benang kusut ini butuh waktu 3-5 tahun lagi untuk benar-benar rapi. Yang positif: trajectory-nya jelas menuju arah yang benar—dan itu baru terjadi dalam sejarah modern Liga Indonesia.
Intisari
- VAR kini aktif di 100% pertandingan Liga 1 2026.
- Format baru playoff 8 besar gaya MLS diperkenalkan musim ini.
- Gaji marquee player tembus Rp 500 juta–1 miliar per bulan.
- 5 stadion Liga 1 sudah berstandar AFC Elite.
- Tantangan klasik gaji menunggak, wasit underpaid, dan jadwal tak stabil masih jadi PR.